Yunus Busa Angkat Model Good Governance Zakat Berbasis Ekonomi Syariah dalam Kajian Komparatif Malaysia-Indonesia

By Admin on May 21, 2026 163x dibaca

Yunus Busa Angkat Model Good Governance Zakat Berbasis Ekonomi Syariah dalam Kajian Komparatif Malaysia-Indonesia

UMAMEDU. Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) kembali melaksanakan sidang akademik Defence of Research Proposal (DRP) bagi program doktoral yang menghadirkan kajian strategis mengenai tata kelola zakat berbasis ekonomi syariah dan digitalisasi. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Program Doktor Falsafah Islamis Studis (PhD), Yunus Busa, mempresentasikan proposal disertasinya yang berjudul “Model Good Governance Berbasis Ekonomi Syariah dalam Pengelolaan Zakat: Studi Komparatif Negeri Perlis Malaysia dan Kabupaten Barru Indonesia”.


Sidang DRP ini dibimbing oleh Supervisor: Prof. Sohirin Muhammad Solihin, PhD dan Co-Supervisor: Afriadi Bin Sanusi, PhD, serta diuji oleh Zubaidi, PhD dan Prof. Zahri, PhD. Kehadiran para akademisi dan pakar tersebut memberikan penguatan ilmiah terhadap pengembangan model tata kelola zakat modern yang relevan dengan tantangan kontemporer dunia Islam.


Dalam pemaparannya, Yunus Busa menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen fundamental dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam pengurangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan umat. Namun demikian, pengelolaan zakat di berbagai negara masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, distribusi, dan pemanfaatan teknologi digital.


Penelitian ini mengambil dua lokasi kajian utama, yaitu Negeri Perlis di Malaysia dan Kabupaten Barru di Indonesia. Perlis dipilih karena memiliki sistem pengelolaan zakat terpusat dengan digitalisasi yang kuat, sedangkan Barru merepresentasikan sistem desentralisasi yang masih berkembang dalam tata kelola dan implementasi teknologi.


Menurut Yunus Busa, penelitian ini memiliki kebaruan (novelty) pada integrasi antara prinsip good governance, ekonomi syariah, digitalisasi, inovasi, dan kepercayaan publik ke dalam satu model konseptual yang komprehensif. Penelitian juga menggunakan pendekatan Mixed Method Sequential Explanatory dengan analisis Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) serta Multi Group Analysis (MGA) untuk membandingkan sistem pengelolaan zakat di kedua wilayah penelitian.


Proposal disertasi ini menyoroti pentingnya penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, partisipasi publik, dan integritas dalam tata kelola lembaga zakat. Selain itu, aspek ekonomi syariah dan digital governance dipandang sebagai faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pengelola zakat.


Dalam sesi diskusi, para penguji memberikan berbagai masukan strategis terkait penguatan kerangka teori, pengembangan indikator variabel, serta relevansi model terhadap kebijakan pengelolaan zakat di kawasan Asia Tenggara. Kajian ini dinilai memiliki kontribusi signifikan baik secara teoritis, praktis, maupun kebijakan, khususnya dalam mendukung transformasi pengelolaan zakat menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan berbasis teknologi.


Melalui penelitian ini, Universiti Muhammadiyah Malaysia menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan riset-riset strategis yang tidak hanya berkontribusi pada penguatan khazanah akademik Islam, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap persoalan sosial ekonomi umat di tingkat regional dan global.


Proposal disertasi Yunus Busa diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam reformasi tata kelola zakat berbasis ekonomi syariah dan digitalisasi, khususnya bagi lembaga pengelola zakat di Malaysia dan Indonesia




Kontributor: Dafit. A

← Back to Posts